AKU’LAH SOEKARNO 2021
‘AKU’LAH SOEKARNO
Oleh : Zefri Ansari
Descartes seorang filsuf dari Francis pernah mengatakan Cogito ergo sum, artinya aku berfikir maka aku ada. Proposisi Descartes dikorelasikan dengan tema ‘Aku’lah Soekarno , konklusinya adalah generasi bangsa Indonesia diseru untuk berfikir kembali tentang eksistensi sejarah Bung Karno. Siapakah Bung Karno? Mungkin sebagian orang akan mengatakan, beliau adalah presiden pertama Negara Republik Indonesia; atau dia adalah proklamator ulung yang dimiliki bangsa Indonesia; atau dia adalah ayah biologis dari ibu Megawati Soekarnoputri; dan lain sebagainya.
Semua jawaban yang diutarakan dalam rangka mendeskripsikan sosok Bung Karno sebagai sosok, figur, dan proklamator Bangsa Indonesia. Jika konsepsi seseorang terhadap sejarah Bung Karno hanya sebatas seorang presiden pertama RI, proklamator, dan ayah, maka sejarah Bung Karno tidak akan memiliki nilai signifikan dan tidak relevan untuk dibahas, dikaji, direnungi, dan diteladani oleh generang bangsa untuk tiap masa. Namun, secara defacto Bung Karno, tetap hidup dan bersemayam di hati generasi muda Bangsa Indonesia dalam setiap masa. Dengan demikian, konteks sejarah Bung Karno harus direkonstruksi di masa mendatang, sebab tujuan mempelajari sejarah adalah untuk membangun masa depan, bukan kembali ke masa lampau.
Lantas, bagaimana membangun bangsa Indonesia melalui sejarah Bung Karno? Bangsa Indonesia bisa maju dan berkembang jika tetap meneladani nilai-nilai yang terletak dalam karakter, pemikir
Komentar
Posting Komentar